Ketika aku menulis ini...
Secara statis dan terus menerus, aku merasa sesuatu menusuk perasaan daging yang ditembus sesuatu lalu darah mengucur... Seharusnya terlihat begitu.
Namun dalam ungkapan harfiah, aku hanya mampu mendeskripsikan rasa, yang entah mengapa secara stagnant dan terus menerus menyiksa dari dalam... Hingga kalimat berulang seperti
"Kenapa Tuhan masih menghidupkan aku hari ini."
Atau
"Apakah hari ini adalah waktunya.?"
Atau
"Apakah hari ini rasa sakit ini akan berkurang meski sedikit?."
Entah mengapa aku masih saja merasa kesakitan didalam.